

| Vulvovaginal candidiasis |
|
| Written by Masminto |
| Friday, 07 October 2011 08:23 |
|
Oleh Dr. Ova Emilia,Sp.OG,M.Med,Ph.D (Dokter Kebidanan dan Kandungan RS. Happy Land)  Istilah vulvovaginalis candidiasis mungkin asing di telinga Anda, namun ketika kita membicarakan soal keputihan, nyeri, gatal dan perasaan terbakar di organ intim kewanitaan, sebagian besar wanita bisa saja pernah mengalaminya. Penyakit yang diakibatkan oleh jamur ini mungkin tidak terlalu mengancam hidup seseorang namun keberadaannya tentu sangat tidak diharapkan terutama karena rasa tidak nyaman yang ditimbulkan. Sebelum mengetahui bagaimana cara mencegahnya, mari kita telaah dulu mengenai candidiasis itu sendiri. Apa itu candidiasis? Linkungan di sekitar kita dipenuhi oleh virus, mikrobia, bakteri dan jamur yang tidak kasat mata dan organ reproduksi kita bisa saja terkena masalah yang berkaitan dengan serangan organisme tersebut. Vulvovaginalis candidiasis merupakan penyakit yang muncul akibat serangan jamur Candida albicans, ujar dr.Ova Emilia, Ph.D., SpOG(K), salah seorang dokter spesialis obstetri dan gynekologi RS Dr. Sardjito dan RS Happy Land Medical Center Yogyakarta. Kondisi ini ditandai dengan adanya dermatitis atau peradangan pada kulit di daerah v atau daerah intim wanita. Pada orang yang mengalami serangan Candida albicans biasanya sering mendapati gejala keputihan. Meskipun demikian keputihan juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti ketidakseimbangan jumlah bakteri, serangan Trichomonas vaginalis dan karena pertumbuhan bakteri Lactobacilli yang berlebihan. Keputihan karena candida ini lebih sulit untuk dibedakan dengan keputihan karena faktor lain, pasalnya vagina itu sendiri sebenarnya memang secara alami berada dalam kondisi lembab. Keputihan yang terjadi biasanya berwarna jernih atau dapat meninggalkan noda pada pakaian dalam. Gejala yang sering muncul salah satunya adalah dengan rasa gatal, nyeri dan atau terbakar di vagina dan keputihan seperti tahu pecah yang banyak. Selain itu, kemerahan juga dapat terjadi pada bagian luar dan dalam vulva dan dapat menjalar hingga selangkangan, perut bagian bawah dan paha. Gejala-gejala tersebut dapat memburuk jika wanita yang mengalaminya  melakukan hubungan suami istri (senggama) karena adanya luka pada organ intim.  ![]()  Jamur di daerah intim Sebenarnya pada kondisi normal wanita memiliki jamur Candida albican pada tubuhnya namun tidak disadari karena merupakan kondisi yang tidak berbahaya. Salah satu alasan mengapa jamur ini dapat tumbuh pada bagian intim wanita adalah karena pada organ tersebut terdapat glikogen yang mampu menopang kehidupan jamur seperti Candida albicans. Hormon estrogen adalah hormon yang bertanggung jawab terhadap munculnya jamur ini. Hormon tersebut dapat memicu vagina untuk memproduksi lebih banyak glikogen. Hal ini merupakan alasan mengapa kasus candidiasis banyak terjadi pada wanita usia subur (masih memiliki cukup estrogen) yaitu 15-55 tahun. Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya kandidiasis: ·        kehamilan ·        terapi hormon estrogen ·        diabetes mellitus ·        anemia zat gizi besi ·        menurunnya fungsi imun misalnya pada kondisi penyakit HIV ·        gangguan kulit lainnya seperti psoriasis  Apa yang harus dilakukan? Memperhatikan pakaian dalam yang digunakan adalah salah satu upaya penting untuk mencegah terjadinya candidiasis. Usahakan selalu menggunakan celana dalam yang berbahan katun dan sebaiknya menghindari penggunaan celana dalam dari bahan nylon. Selain itu, tidak sering menggunakan celana yang ketat karena juga membantu mencegah masalah pertumbuhan jamur ini. Selain soal pakaian, menjaga gaya hidup yang sehat dengan memperhatikan kebersihan pribadi juga penting untuk dilakukan. Cobalah untuk tidak menggunakan sabun biasa untuk membersihkan organ intim. Gunakan pembersih kewanitaan yang bukan sabun atau yang sering disebut dengan pembersih khusus daerah kewanitaan. Berendam di bak mandi dengan air garam juga dapat dilakukan untuk menekan pertumbuhan jamur ini.  Jika keputihan akibat candidiasis sudah telanjur terjadi, maka produk obat anti jamur yang biasanya dikemas dalam bentuk krim dapat digunakan. Menggunakan obat oles untuk mengatasi masalah ini sebenarnya dapat dilakukan, hanya saja penggunaan sebaiknya tidak dilakukan pada jangka waktu yang lama karena dapat menyebabkan dermatitis (radang kulit kelamin).  Yang salah dan benar soal candidiasis Sering kali kita menemukan informasi yang tidak jelas soal candidiasis. Di masyarakat, beredar banyak informasi mengenai penyakit ini, namun tidak semua informasi ini benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Beberapa informasi hanya bersumber pada asumsi, keyakinan atau pengalaman pribadi sehingga belum tentu benar secara medis. Berikut ini adalah beberapa contoh kepercayaan yang salah dari masyarakat terhadap candidiasis. -         Karena infeksi ini terkait dengan organ seksual maka terapi harus dilakukan terhadap pasangan. Infeksi jamur bukanlah infeksi yang menular karena itu berkaitan dengan ketahanan dan personal hygiene atau kebersihan pribadi dari masing-masing individu sehingga terapi berpasangan sebenarnya tidak diperlukan. Laki-laki cenderung memiliki reaksi singkat pada bagian penis dan dapat segera dihilangkan dengan krim anti jamur. Selain itu, mengobati pasangan tidak serta merta menurunkan jumlah serangan candidasis pada perempuan. -         Diet rendah gula, rendah ragi atau tinggi yoghurt. Kepercayaan ini belum terbukti secara ilmiah karena ragi yang kita makan (misalnya dari makanan yang terfermentasi) belum tentu secara langsung berhubungan dengan jamur di daerah vagina. Pada dasarnya makanan yang kita makan akan dicerna dalam saluran cerna lalu sisanya akan dibuang melalui feses. -         Memberikan yoghurt pada vagina. Memberikan yoghurt secara langsung dengan harapan pertumbuhan bakteri Lactobacillus dapat menekan pertumbuhan jamur juga belum dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Hal ini hanya berdasarkan pada asumsi semata dan belum terbukti kebenarannya. Secara ringkas, membiasakan hidup sehat dan menjaga higiene organ intim akan membuat kita terhindar dari gangguan jamur yang sering menjengkelkan. |

Happy Land Medical Centre © 2009 Allright reserved | Admin | Contact us | Sitemap | Design by petakumpet and epinline
Language:
![]()
OFFICE Jl. Ipda Tut Harsono No 53 Timoho, Yogyakarta ![]()
Telp. 0274-550060, 550058 Fax. 0274-550061 E-mail : mkthlmc@yahoo.com ![]()